Cakrawala.One,Bondowoso-Dalam momentum peringatan hari jadi media Klik Today, disampaikan harapan besar agar platform tersebut terus berkembang menjadi perusahaan media yang konsisten dalam menyampaikan kebenaran kepada publik.
“Semoga Klik Today menjadi media yang selalu konsen menghadirkan kebenaran, bukan justru ‘halaman 404’ dalam pemahaman dan perannya. Amin ya Rabbal Alamin,” ujar Nurul Habaib penasehat SMSI Bondowoso. Sabtu (18/4/2026).
Acara tersebut juga dihadiri oleh CEO sekaligus owner Bunga Pelita, Mas Budi, yang dikenal sebagai pionir lahirnya Republik Kopi. Doa dan harapan turut disampaikan agar bisnis yang dirintisnya terus eksis dan berkembang di tengah dinamika zaman.
Dalam kesempatan itu, disampaikan pula refleksi mendalam mengenai profesi jurnalis yang disebut sebagai salah satu profesi mulia. Bahkan, jurnalis disandingkan dengan konsep Officium Nobile—profesi terhormat—yang tidak hanya melekat pada advokat, tetapi juga pada insan pers.
Terdapat tiga hal penting yang menjadi penegasan tentang kemuliaan profesi jurnalis:
Pertama, jurnalis sebagai The Fourth Estate, yakni pilar keempat dalam sistem demokrasi. Peran ini menempatkan jurnalis di garis terdepan dalam menyampaikan informasi yang benar, faktual, dan berimbang kepada masyarakat.
Kedua, lanjut Nurul Habaib, jurnalis merupakan public interest profession, yakni profesi yang merepresentasikan kepentingan publik. Oleh karena itu, setiap informasi yang disampaikan harus berbasis data, fakta, serta sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam hal ini, ditegaskan bahwa pemberitaan harus berani selama didasarkan pada bukti yang kuat. Prinsip praduga tak bersalah disebut sebagai ranah peradilan, bukan menjadi penghalang bagi jurnalis untuk menyampaikan fakta selama tetap berpegang pada verifikasi dan akurasi.
Ketiga, jurnalis memiliki peran sebagai guardian of democracy, atau penjaga demokrasi. Fungsi ini menuntut jurnalis untuk terus mengawal jalannya demokrasi dengan keberanian, integritas, dan independensi.
Selain itu, profesi jurnalis juga dipandang sebagai bentuk pengamalan nilai keagamaan, yakni menyampaikan kebenaran walaupun hanya satu ayat, sebagaimana amanat yang diajarkan dalam ajaran Islam.
Menutup sambutannya, disampaikan harapan agar Click Today tidak hanya mengejar eksistensi di mesin pencari, tetapi juga menjadi pelopor dalam menyampaikan informasi yang benar, tepat, dan berani tanpa kepentingan tersembunyi.
“Terus semangat, jangan pernah pantang mundur. Jadikan media sebagai alat perjuangan untuk menyampaikan kebenaran,” pungkasnya, yang disambut dengan seruan semangat dari para jurnalis yang hadir.
Sementara itu penasehat Klik Tudey Junaedi SH menyampaikan bahwa Jurnalis Disebut Pilar Demokrasi, Miliki Hak Imunitas dan Peran Strategis.
Dalam peringatan hari jadi ke-3 Click Today, kembali ditegaskan pentingnya peran jurnalis sebagai pilar utama dalam menjaga keseimbangan demokrasi. Perjalanan tiga tahun media tersebut dinilai sebagai bentuk perjuangan yang tidak mudah, namun penuh makna dalam menghadirkan informasi kepada publik..
“Perjalanan tiga tahun ini, meskipun penuh tantangan, adalah bagian dari perjuangan. Saya sendiri berasal dari dunia aktivis, dan saya melihat dunia aktivis dengan pers itu hampir sama, sama-sama memperjuangkan nilai dan kebenaran,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa dalam sistem demokrasi, pers atau jurnalis memiliki posisi strategis sebagai tiang penyangga demokrasi. Tanpa peran media, demokrasi akan timpang dan kehilangan keseimbangan.
“Kalau diibaratkan rumah, tiang itu tidak ada, maka rumah akan roboh. Begitu juga demokrasi tanpa pers,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyinggung mengenai hak imunitas yang dimiliki oleh jurnalis. Berdasarkan ketentuan hukum, jurnalis memiliki perlindungan dalam menjalankan tugasnya selama bekerja sesuai dengan kode etik dan berdasarkan fakta.
“Jurnalis itu punya hak imunitas. Selama bekerja sesuai dengan aturan, data, dan fakta, tidak bisa dipidana. Kecuali jika melakukan tindakan pidana di luar tugas jurnalistik,” jelasnya.
Ia juga memberikan analogi menarik terkait peran masing-masing profesi dalam sistem hukum dan sosial. Jurnalis diibaratkan sebagai pemain di lapangan yang aktif mengawal jalannya permainan, sementara advokat berperan sebagai “penjaga gawang” yang bergerak berdasarkan kuasa hukum.
“Semua punya peran masing-masing dan tidak bisa saling menggantikan. Ini yang harus dipahami,” tambahnya.
Selain itu, disoroti pula pentingnya kemampuan framing dalam dunia jurnalistik. Cara menyusun narasi dan memilih diksi dinilai memiliki dampak besar terhadap opini publik, bahkan dapat memengaruhi persepsi terhadap tokoh nasional, termasuk Presiden Prabowo Subianto.
“Framing itu sangat kuat. Bisa menjadi tekanan jika tidak dilakukan secara bijak. Di sinilah peran jurnalis senior penting untuk membimbing generasi muda,” ujarnya.
Di akhir sambutan, ia menyampaikan harapan agar Klik Today terus eksis dan menjaga integritas dalam menyampaikan informasi yang benar dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Jurnalis membawa pesan moral dan kebaikan. Jangan sampai peran mulia ini dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Karena kemuliaan dan kepercayaan itu mahal harganya,” pungkasnya.
Ia pun menutup dengan permohonan maaf apabila terdapat kata-kata yang kurang berkenan selama penyampaian.
Penulis : Eko Suwarno
Publizher : Redaksi












