Sidoarjo, Cakrawala.one – Pagelaran seni budaya wayang kulit oleh Dalang Ki Wardono dalam rangka Sedekah Bumi desa Wunut Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo, Minggu (25/01/2026).
Acara dilaksanakan di Pertigaan Desa Wunut RT 07 RW 01, yang dihadiri Forkopimka, Camat Porong Feri Prasetya Budi S.STP.M.HP., Jajaran Polsek Porong, Jajaran Koramil Porong, Ketua BPD Shyndra eka misrawatiek bersama Anggota, Rt/RW, LPM, tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Bahkan pemuda dan anak-anak desa Wunut membaur dalam kemasan Sedekah Bumi desa tersebut.
Agenda tahunan Desa Wunut Kecamatan Porong ini rutin diselenggarakan tiap tahun. Puluhan bahkan ratusan warga desa sangat antusias dan mendukung program tersebut karena kegiatan acara sedekah bumi merupakan salah satu kegiatan adat yang mencerminkan kebersamaan rasa syukur atas Rahmat yang telah diberikan Allah swt, pelestarian adat budaya desa yang sudah berjalan turun temurun sebagai bentuk pelaksanaan kegiatan yang bisa dimaknai slametan desa, bersih desa atau sedekah menolak balak, menjauhkan dari musibah, dan bersilaturrahmi antar warga yang berdampak positif menciptakan kerukunan di masyarakat. Ungkap Tokoh masyarakat M. Saiful selaku ketua panitia kegiatan dan PK Bayan Mursidi kepada media.
Lebih lanjut dijelaskan, Sedekah Bumi desa tahun ini diawali Khotmil Qur’an pada tgl 17 Januari 07.00 dan nyekar bareng pada sore harinya 15.00 di makam desa Wunut dan makam dusun Kesamben, dilanjutkan pada puncak acara hari ini Minggu 25 januari 2026. Tumpeng khas masyarakat desa Wunut dan pagelaran Seni budaya wayang kulit siang dan malam harinya.
Kepala Desa Wunut Puji Darjo, berharap Desa Wunut diberi keselamatan, kesehatan, kesejahteraan, “Gemah ripah loh jinawi” dalam semboyan bahasa Jawa yang berarti kondisi masyarakat yang guyup rukun dan wilayah yang subur makmur.
Sementara itu dalam pagelaran wayang kulit Dalang Ki Wardono memainkan peran penting dalam kesuksesan pagelaran tersebut. Ia dengan penuh semangat mempersiapkan segala hal bersama team, seperti persiapan gamelan, wayang kulit, latar belakang panggung dan team campur sari. Dia juga bertanggung jawab untuk menyusun cerita dan mengatur alur pertunjukan.
Dalam pagelaran tersebut, terlihat penonton akan terlibat langsung secara emosional, tepuk tangan, dan reaksi spontan lainnya. Sejumlah tokoh dalam cerita akan dihidupkan kembali oleh Ki Dalang dengan keterampilan dan kepiawaiannya dalam menyajikan cerita yang dibawakan, semua ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang hidup dan menarik hingga menjadi tauladan hal-hal baik yang terkandung didalam cerita pewayangan khas tanah Jawa bagi para warga desa Wunut. (Yat/Gjh)












